
Waikabubak, wartapolri.com – Sejumlah warga mengaku kesal dengan kondisi ruas jalan provinsi arah kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, NTT yang menghubungkan dua desa antara desa Patiala Dete dengan desa Gaura dan desa Wetana banyak lubang.
Ruas jalan sepanjang 2 kilo meter rusak berat dan berlubang. Warga yang kesal menanam pohon pisang di jalan berlubang yang membahayakan pengendara.

Menurut warga setempat, Matius Nunu, pohon pisang tersebut ditanam sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan berlubang tersebut.
“Sepertinya warga Laboya Barat dianak tirikan oleh pemerintah, karena jalan ini rusak parah tapi tidak dihiraukan oleh pemerintah. Ini jalan provinsi, tapi kenapa tak diperbaiki? Pemerintah harus cepat tanggap soal ini. Apalagi jika terkena genangan air, bahaya buat pengendara motor,” ujar Matius kepada media warta polri, Selasa (30/012024).

Matius berharap, dengan ditanamnya pohon pisang tersebut, pemerintah segera bertindak dan memperbaiki ruas jalan arah Kecamatan Laboya Barat tersebut.
“Pengendara motor sudah ada yang terjatuh, jangan sampai ada korban meninggal dunia baru diperbaiki,” harapnya.
Sementara itu, pengendara sepeda motor, Isto Goro, mengaku takut saat melintas di Jalan arah kecamatan Laboya Barat yang menghubungkan dua desa antara desa Patiala Dete dengan desa Gaura dan desa Wetana, apalagi saat musim hujan.
“Ini jalan provinsi, tapi rusak parah. Berlubang dan sangat membahayakan pengendara lainnya,” ujar Isto Goro.

Isto Goro berharap, ruas jalan Laboya Barat segera diperbaiki agar tidak ada korban jiwa saat melintas dari arah desa Patiala Dete menuju desa Gaura yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Laboya Barat.
Untuk diketahui, ruas jalan provinsi yang berlubang dan rusak berat ini pernah diperbaiki pada tahun 2020 silam dimasa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat. Namun, kala itu ruas jalan tersebut hanya disiram agregat sirtu, sehingga pada musim hujan agregat sirtu yang disiram ruas jalan tersebut mudah terkelupas.
Penulis : Anton Gallu
