WAIKABUBAK, wartapolri.com – Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, bersama Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sumba Barat serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pertemuan dan audiensi bersama Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, di Mapolres Sumba Barat, pada Jumat pagi (29/5/2026). Pertemuan strategis ini fokus membahas evaluasi dan penguatan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta penyelarasan program kerja pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum.
Hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, antara lain Sekda, Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian, Asisten Asministrasi, Kasat Pol PP, Kadis Kesehatan, Kadis Perhubungan, Kadis Perizinan Satu Pintu, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Koperindag, dan Kepala Kesbangpol. Selain itu, audiensi ini dihadiri Ketua DPRD Sumba Barat, Dandim 1613/Sumba Barat, Kasi Intel Kejari Sumba Barat, Danki Brimob Batalyon C Pelopor Sumba Barat.
Bupati Yohanis Dade menyampaikan bahwa kehadiran jajaran pimpinan OPD dalam audiensi ini merupakan bentuk komitmen dan kecintaan pemerintah daerah untuk mendukung penuh tugas-tugas kepolosian dalam menjaga keamanan.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya stabilitas keamanan yang mapan.
“Kamtibmas adalah fondasi utama pembangunan. Oleh karena itu, kehadiran kami hari ini adalah wujud kecintaan kami terhadap polres,” tegas Bupati.
Bupati Sumba Barat menyoroti beberapa kasus krusial yang saat ini sedang ditangani oleh pihak polres Sumba Barat, antara lain kasus pengrusakan dan penganiayan terhadap tenaga medis yang sedang bertugas di RSUD Waikabubak yang terjadi pada tahun 2025 lalu hingga saat ini belum ada penyelesaian. Padahal, kasus pengrusan dan penganiayaan di RSUD Waikabubak tersebut sudah dilaporkan secara resmi di Polres Sumba Barat oleh Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Waikabubak saat itu.
Bupati juga menyoroti kasus pengrusakan terhadap dua mobil dinas milik pemda Sumba Barat serta kasus penganiayaan terhadap anggota Sat Pol PP yang sedang menjalankan tugas penertiban di pasar lama Waikabubak.
Bupati menilai bahwa dalam penanganan kasus pengrusakan dan penganiayaan terhadap Sat Pol PP, ada pembiaran.
“Masalah tindakan pengrusakan dan penganiayaan Pol PP sampai saat ini seperti dibiarkan, seperti di balik. Padahal saya sendiri yang memimpin upacara penertiban di hadiri lengkap forkompimda,” tegas Bupati Yohanis Dade.
Bupati mendesak pihak kepolisian agar pelaku pengrusakan dan penganiayaan terhadap anggota Pol PP yang sedang menjalan tugas, untuk segera ditindak tegas.
“Tolong ditindak lanjuti karena beberapa kasus terkesan pembiaran”, ujarnya.
Bupati juga berharap agar dalam penanganan kasus ini tidak ada intervensi dari pihak lain.
“Teman-teman di reserse tolong jangan mau di intervensi oleh pihak lain. Kita harus pilah antara tugas dan pertemanan,” tutur Bupati Yohanis Dade.
Selain Bupati, Ketua DPRD Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo juga angkat bicara terkait anggota Pol PP yang menjadi korban penganiayaan saat menjalan tugas penertiban di pasar lama Waikabubak.
Menurut Charles Pekadede Tenabolo, bahwa Pol PP merupakan aparatur sipil negara yang menjaga dan menjalankan peraturan daerah. Carles mengeskan bahwa Pol PP yang sesang menjalan tugasnya harus dilindungi.
“Pol PP menjalankan tugas sesuai surat perintah, jadi mereka berada dalam naungan hukum,” ujar Ketua DPRD.
Selain itu, Ketua DPRD Sumba Barat juga menyoroti kasus pengrusakan dan penganiayaan di RSUD Waikabubak. Dihadapan Kapolres dan PJU Polres Sumba Barat, Charles Pekadede Tenabolo menanyakan progres penanganan kasus tersbut.
“Penanganan kasus RSUD sejauh mana penanganannya?,” imbuh Charles.
Menanggapi hal itu, Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali menyampaikan bahwa pihaknya siap menindak lanjuti semua masukan sesuai aturan yang berlaku.
“Semua masukan-masukan akan kami tindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas atensi dan kritikan yang disampaikan oleh pemerintah daerah dalam penanganan kasus-kasus di wilayah hukum Polres Sumba Barat.
“Kami berterimakasih atas atensi dan kritik yang disampaikan demi sama-sama menjaga kamtibmas di Sumba Barat.” tutur Kapolres.
Penulis : Anton Gallu



