WAIKABUBAK, wartapolri.com – Pembangunan Mushola yang sementara berjalan di lingkungan Polres Sumba Barat tidak diketahui oleh Kelurahan hingga Ketua RT yang berdekatan dengan lokasi Polres. Kelurahan Komerda dan Ketua RT 08 mengaku tidak mengetahui adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat, Kelurahan Komerda, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kristopel Kalegotana, selaku Lurah Komerda pada Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, mengaku tidak mengetahui adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat. Ia mengetahui belakangan adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat setelah ada laporan dari warga tentang pembangunan Mushola tersebut.
“Selama ini tidak ada informasi yang sampai ke kami di Kelurahan tentang pembangunan Mushola. Biasanya pembangunan apapun di wilayah Kelurahan Komerda pasti kami diinformasikan sebelum tim pelaksana melaksanakan kegiatan pembangunan,” ujar Kristopel kepada media ini, Selasa (9/9/2025).
Kristopel mengaku, belakangan ia mengetahui adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat setelah mendapat laporan dari warga Kelurahan Komerda yang disampaikan melalui Ketua RT.
“Saya memang lihat di dalam Polres ada sementara membangun, saya pikir itu bangunan perluasan kantor Polres. Saya dapat informasi kalau itu bangunan Mushola setelah Ketua RT datang di Kantor menyampaikan informasi bahwa ada laporan warga tentang adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat,” tutur Kristopel.
Secara terpisah, Ketua RT 08 pada Kelurahan Komerda, Kecamatan Kota Waikabubak, Seprianus Ngongo menyampaikan hal serupa, bahwa dirinya tidak mengetahui adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat. Menurut Seprianus, tidak ada informasi awal tentang rencana pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat.
“Saya selaku Ketua RT 08 di Kelurahan Komerda tidak tau kalau ada pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat. Tidak ada yang menginformasikan ke kami tentang rencana pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat,” ungkap Seprianus.
Seprianus menuturkan, ia mengetahui adanya pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat setelah mendapat laporan dan protes dari warga sekitar.
“Saya tau ada pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat setelah saya memdapat laporan dan protes dari warga. Saya dituduh mengizinkan membangun Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat. Setelah saya dapat laporan dari warga, saya langsung lapor ke Pak Lurah,” ungkapnya.
Sementara Martinus L. Jane, salah satu warga yang melakukan protes kepada Ketua RT 08 di Kelurahan Komerda mengatakan, bahwa dirinya tidak menyetujui kehadiran Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat.
“Merasa terganggu juga, polres ini kan umum punya, ada Islam, Kristen, ada Katholik, ada Hindu, Budha, kenapa hanya Mushola saja yang dibangun, itu menjadi pertanyaan warga. Kalau bangunannya serba guna, otomatis semua agama bisa pakai untuk beribadah. Tapi kalau hanya Mushola untuk satu agama saja, itu yang warga tidak terima,” ungkapnya.
Menurutnya, Mushola yang sedang dibangun di lingkungan Polres Sumba Barat sangat kelihatan dari Kampung Bodoede karena bangunannya bertingkat, sehingga dirinya menyampaikan ke Ketua RT 08 pada Kelurahan Komerda terkait pembangunan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat.
“Saya yang menyampaikan di Ketua RT, dia juga kaget waktu saya lapor. Ini kan macam ditutupi begitu, RT saja tidak tau,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan Mushola yang sementara berjalan, progres pengerjaannya sudah mencapai 40-50%. Proses pengerjaan Mushola di lingkungan Polres Sumba Barat ini diperkirakan akan selesai pada bulan Desember 2025 mendatang.
Penulis : Anton Gallu

