Wujudkan Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Berkualitas, Save The Children dan Pemda Sumba Tengah Jalin Kerjasama

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah bersama staff Save the Children dan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita

Waibakul, wartapolri.com – Save The Children menginisiasi Program Sponsorship di Sumba Tengah sejak tahun 2014 dan akan berlangsung hingga tahun 2024. Misi program yang didanai Sponsor adalah untuk memenuhi hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bertahan hidup, belajar, dan dilindungi.

Menurut David Wala selaku Sumba Field Manager pada Save the Children Indonesia, program ini bertujuan untuk menjangkau 100.000 anak dan komunitas terkait anak dengan durasi program selama 10 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan anak-anak di kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Ia menyampaikan bahwa program sponsorship memiliki 5 program utama yaitu: Kesehatan Ibu dan Anak, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Kesehatan dan Nutrisi di Sekolah, dan Pengembangan Remaja.

Program Sponsorship dilaksanakan oleh Yayasan Wahana Komunikasi Wanita yang merupakan mitra dari Save the Children, berupaya untuk mengintegrasikan lintas sektor di Kabupaten Sumba Tengah dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung layanan pendidikan, kesehatan, perlindungan yang tepat dan berkualitas bagi anak.

Dalam rangka memasuki tahun ke-8 yang merupakan fase berakhirnya implementasi program, Save the Children bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan membentuk Tim Transisi. Tim Transisi terdiri dari pemangku kepentingan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Tujuan dibentuknya Tim Transisi adalah untuk memastikan bahwa program-program yang sudah terlaksana dapat berlanjut sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam upaya untuk memastikan anak-anak Sumba mendapatkan layanan Kesehatan dan Pendidikan yang berkualitas. Tugas Tim Transisi adalah mendukung dan memastikan adanya integrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksanaan layanan Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan anak di satuan Pendidikan dan komunitas berkelanjutan.

Pada hari ini, Jumat (7/10/2022), Save the Children bermitra dengan Yayasan Wahana Komunikasi Wanita dan bekerja sama dengan Bappelitbangda dan Bagian Hukum Setda Sumba Tengah, mengadakan agenda pertemuan ‘Penandatanganan Perjanjian Nota Perjanjian Kerjasama antara Yayasanan Wahana Komunikasi Wanita dengan Pemerintah Daerah Sumba Tengah’.

“Pengukuhan Tim Transisi oleh Bupati Sumba Tengah merupakan salah satu langkah awal sustainability plan Save the Children dalam memastikan keberlanjutan program di Sumba Tengah seusai program berakhir.” Jelas David Wala / Sumba Field Manager – Save the Children Indonesia

David juga menambahkan bahwa komitmen ini merupakan upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak di Kabupaten Sumba Tengah. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, harapannya program-program tersebut dapat diteruskan dan dikembangkan sejalan dengan rencana kerja pemerintah.

“Tidak Ada Anak yang Tertinggal” merupakan salah satu Prinsip Kerja Save the Children Indonesia yang juga menjadi arah pembangunan sumber daya manusia di Sumba Tengah. Melalui pendekatan dan strategi yang komprehensif maka semua anak di Sumba Tengah dapat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan Kesehatan, Pendidikan, dan Perlindungan. Selain itu, dengan adanya Tim Transisi, diharapkan dapat mendokumentasikan praktik-praktik baik program Sponsorship sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana dan desain program yang berorientasi pada akses, kualitas, partisipasi dan kebijakan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Penulis : Anton Gallu

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *