WAIKABUBAK, wartapolri.com – Direktur Pacu Tradisional dari Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Pacu, Ir. Aguspen Adnan, mengunjungi langsung dan menyaksikan liga Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Barat Cup 2025 yang dihelat di lapangan Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Saat tiba di Gelora Pada Eweta, Aguspen disambut langsung oleh Ketua Pordasi Kabupaten Sumba Barat, Frangky Tarawatu Susanto bersama panitia penyelenggara Pacuan Kuda Piala Bupati Sumba Barat Cup 2025, pada Selasa (5/8/2025) sore.
Kehadiran Aguspen di Kabupaten Sumba Barat ini, selain untuk memantau gelaran pacua kuda yang tengah berlangsung di Sumba Barat, kehadirannya juga bertujuan menjalankan amanah hasil Rakernas Bogor 2024 PP Pordasi Pacu, yang mengamanahkan Sumba Barat, NTT terpilih untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejunas) Pacuan Kuda Tradisional pertama di Indonesia.
Adapun Kejurnas Pacu Tradisional merupakan salah satu program kerja Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Pacu hasil Rakernas 2024.
Menurut Aguspen, berdasarkan hasil rakernas tersebut, Nusa Tenggara Timur terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Tradisional digelanggang kuda pacu Gelora Pada Eweta, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
“Kami PP Pordasi Pacu menjalankan amanah berdasarkan hasil rakernas cabang olahraga Koni. Bahwa, Sumba Barat, NTT dipilih sebagai tuan rumah kerjurnas pacuan kuda tradisional,” ujar Aguspen kepada wartawan.
Aguspen menuturkan bahwa hasil rakernas tersebut ditindaklanjuti dengan hadir langsung di pulau Sumba tepatnya di Kabupaten Sumba Barat untuk meninjau langsung kondisi lapangan Gelora Pada Eweta yang merupakan salah satu kabupaten di pulau Sumba yang di rekomendasikan untuk menjadi tuan rumah kejurnas pacuan kuda tradisional.
“Amanah hasil rakernas ini tentu kita jalankan, tentu harus ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dan Ketua Pordasi Kabupaten Sumba Barat dan sejumlah pihak sebagai tuan rumah. Jadi, ini amanah rakernas,” tutur Aguspen.
Aguspen menyampaikan bahwa, di pulau Sumba ada dua kabupaten yang di rekomendasikan menjadi tuan rumah, yakni Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Timur. Namun, kedua landasan pacu tersebut yang ada di dua kabupaten itu, harus disurvei dan di seleksi kelayakan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Tradisional mendatang.
Selain itu, Aguspen menyampaikan bahwa tahun 2028 mendatang akan digelar Pekan Olahraga Nasional (PON). Di mana NTT dan NTB merupakan tuan rumah penyelenggaraan PON.
“Kedua, di tahun 2028 kan ada PON yang ke-22, tuan rumahnya itu NTT dan NTB. Kalau bisa kita meloloskan cabor pacu tradisional di PON. Ini kan menguntungkan bagi NTT, karena kuda kecil itu kuatnya di sini di pulau Sumba,” ungkap Amir tokoh berkuda Sumba, NTT.
“Target kita untuk membuat pacuan tradisional menjadi tingkat nasional,” tambahnya Amir Hamzah.
Pantauan media ini, Direktur Pacu Tradisional itu melihat langsung kondisi lapangan Gelora Pada Eweta. Menurutnya, lapangan Gelora Pada Eweta di Sumba Barat ini, sangat bagus dan cocok untuk landasan kuda pacu.
“Lapangannya bagus, meskipun nanti hujan tapi tidak licin, cocok untuk landasan kuda pacu,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pordasi Kabupaten Sumba Barat, Frangky Tarawatu Susanto menyambut baik kunjungan Direktur Pacu Tradisional di Kabupaten Sumba Barat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Aguspen Adnan yang sudah berkenan hadir dan menyaksikan langsung pacuan kuda piala Bupati Sumba Barat Cup 2025 dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80.
Besar harapan dengan terpilihnya pulau Sumba sebagai tuan rumah kerjurnas pacuan kuda tradisional pertama, Frangky Tarawatu Susanto selaku Ketua Pordasi Kabupaten Sumba Barat menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar Sumba Barat terpilih menjadi tuan rumah kejurnas pacuan kuda tradisional yang akan digelar di NTT mendatang.
“Kami siap untuk menjadi tuan rumah kejurnas pacuan kuda tradisional. Kami akan sampaikan ke Bapa Bupati,” ucap Frangky Tarawatu.
Penulis : Anton Gallu




