Waikabubak, wartapolri.com – Seorang ibu berinisial EY (51) ditemukan meninggal dunia di salah satu kebun warga. Ia ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan tanpa busana di kebun Kalembu Kei, Desa Lingu Lango, Kecamatan Tanah Righu, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.
Mayat tersebut ditemukan tak bernyawa tanpa busana pada Jumat, 24 Januari 2025 sekira pukul 06.00 Wita kemarin.
Pihak keluarga berharap kasus ini bisa segera terungkap. Sebab, keluarga menilai kematian almarhumah dinilai tak wajar.
Saat menyambangi awak media, Kepala Desa Lingu Lango yang juga sebagai adik ipar almarhumah, Ferdius Umbu Kenda, membeberkan kronologi hingga almarhumah dapat ditemukan tak bernyawa di salah satu kebun warga.
“Pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2025 sekitar pukul 17.00, almarhumah pamitan ke suaminya untuk pergi menagih hutang di Kampung Molina, Dusun IV, Desa Lingu Lango,” tutur Ferdius saat ditemui awak media di kediamannya, pada Sabtu (25/1/2025) siang tadi.
Setelah pulang dari rumah tempat menagih hutang, kata Ferdius, almarhumah masih sempat singgah dan makan di rumah anak perempuan dari saudara suaminya.
“Pulang dari rumah tempat tagih utang, korban masih sempat singgah di rumah anak perempuan dari saudara suaminya, yang tidak jauh dari tempat tagih utang. Setelah habis makan di rumah anak perempuannya pada pukul 19.00 Wita, almarhumah berpamitan untuk pulang kembali ke rumahnya,” kata Ferdius.
Hingga pukul 20.00 Wita almarhumah juga belum kunjung tiba di rumah, hingga suaminya gelisah dan berusaha mencari korban. Padahal, menurut Ferdius, jarak tempuh dari rumah anak perempuan hingga ke rumah korban, bisa ditempuh sekira 15-20 menit sudah sampai.
“Sejak korban berpamitan di rentan waktu pukul 19.00 hingga 20.00 Wita, almarhumah belum pulang rumah, akhirnya suami korban cemas dan gelisah. Sehingga suaminya pergi di rumah tempat menagih hutang dan di sana ia mendapat berita bahwa almarhumah sudah pulang,” ungkap Ferdius.
Setelah mendapat berita tersebut, suaminya langsung mencari pada malam itu bersama keluarga di tempat-tempat yang sering dilalui almarhumah.
“Sepanjang malam itu, kami keluarga sekitar 10 orang langsung turun bantu mencari almarhumah. Kami cari di jalur-jalur yang sering dilalui korban hingga Jumat, 25 Januari 2025 pukul 04.00 subuh, korban belum juga ditemukan. Sehingga keluarga mengambil sikap untuk istirahat sejenak sambil menunggu waktu pagi,” pungkasnya.
Lebih lanjut Ferdius, sekitar pukul 05.30, suami korban bersama keluarga kembali mencari almarhumah.
“Sekitar pukul 05.30, suami korban bersama keluarga kembali mencari di jalur-jalur yang sering dilalui korban. Hingga pukul 06.00, korban berhasil ditemukan oleh suami bersama kakaknya. Korban ditemukan sudah tak bernyawa tanpa busana di kebun Kalembu Kei,” beber Ferdius.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan di Polres Sumba Barat dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/3/1/2025/SPKT/POLSEK LOLI/POLRES SUMBA BARAT/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
Menurut Ferdius, selama ini korban sangat baik dan sangat ramah. Pihak keluarga, kata Ferdius, terus menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Pihak keluarga juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke penegak hukum tersebut.
“Selama ini almarhumah sangat baik, sangat ramah. Keluarga belum bisa banyak memberikan penjelasan terkait alasan kematian almarhumah. Karena kami pun juga masih menunggu hasil dari Pplres Sumba Barat. Kami keluarga berharap agar kasus ini cepat terungkap” ucap Ferdius.
Untuk diketahui, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumba Barat bersama Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak, telah melakukan identifikasi dan visum terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya beberapa luka pada tubuh korban yang diduga menjadi penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual atau indikasi pemerkosaan terhadap korban. Temuan ini menjadi dasar bagi penyidik untuk mengembangkan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Sumba Barat, AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H., telah memerintahkan jajaran Sat Reskrim bersama Polsek Loli untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Beliau meminta agar proses pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi dilakukan secara menyeluruh guna mengidentifikasi pelaku dan motif pembunuhan. Kapolres juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor ke pihak berwenang.
Penulis : Anton Gallu

