Waikabubak, wartapolri.com – Sebuah mobil Pick Up Carry dengan nomor polisi L 9534 AT mengalami kecelakaan tunggal. Mobil pick up yang mengangkut 16 orang penumpang dan satu ekor kerbau jantan menabrak tebing di jalan raya jurusan Desa Laboya Bawa (Matanyira), Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, pada 15 Januari 2025 sekitar pukul 22.00 WITA.
Akibat kecelakaan tersebut menyebabkan satu penumpang meninggal dunia di tempat, empat orang meninggal di Puskesmas Kabukarudi, dan 8 penumpang lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.
Dilansir dari tribratanewssumbabarat.com, kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi serta kelebihan muatan dan tidak sesuainya peruntukan kendaraan muatan barang yang digunakan sebagai angkutan penumpang. Kendaraan tersebut membawa 16 orang penumpang dan satu ekor kerbau, melebihi kapasitas normal untuk jenis kendaraan tersebut.
Selain itu, dengan kondisi jalan yang menurun dan berkelok, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraan, sehingga menyebabkan kecelakaan fatal tersebut.
Menurut Direktur RSUD Waikabubak, dr. Japendi R. P. Saragih, Sp.A.,M.Biomed, mengatakan korban luka berat dan luka ringan telah diberikan perawatan medis.
“Tadi malam kami terima 8 pasien, 1 pasien sudah pulang, 1 pasien (sopir pic up) ke RS Lendemoripa, dan 6 pasien sementara masih dirawat di RSUD Waikabubak,” kata dokter Ando kepada media ini yang dihubungi media ini melalui via WhatsApp siang tadi.
Sementara itu, Agustinus G. Moli, salah satu keluarga korban, saat dijambangi wartawan sore tadi, tiga korban kecelakaan yang dirawat di sal A masih terbaring lemah di ranjang tidurnya.
Salah satu diantara tiga korban itu mengalami luka di pelipis dan tangan sedang dua lainnya mengalami luka di bagian belakang kepala.
“Keponakan saya luka di bagian kepala dan sedang tidur sedang satu meninggal Gubu Gaji. Dan saat ini untuk tiga korban sudah siuman dan kondisi puji Tuhan sudah mulai membaik,” kata Agustinus G Moli, salah satu keluarga korban kecelakaan.
Agustinus mendapatkan informasi kecelakaan sekitar pukul 22:00 WITA, namun saat tiba dirinya tidak lagi menjumpai para korban kecelakaan.
“Saya hanya lihat mobil saja. Kalau dari cerita yang ada mobil tabrak tebing lalu terjungkal dan terseret 20 meter. Kalau dari pengamatan memang ada turunan tapi tidak terlalu,” katanya.
Dirinya menambahkan para korban sendiri memang masih bertalian hubungan satu dengan yang lainnya yang sebelumnya mengikuti acara pemakaman di desa tetangga yang berjarak 2 KM.
“Baru pulang dari acara kematian. Mereka ada 16 orang ditambah satu kerbau saat itu,” katanya.
Agustinus pun berharap nantinya pihak pemerintah maupun rumah sakit bisa memberikan keringanan biaya pengobatan kepada keluarganya.
Penulis : Anton Gallu

