
Foto hasil screenshot Kadis PKO Sumba Barat, Lobu Ori (kanan) saat sidak di SMPN 3 Wee Dabo
Waikabubak, wartapolri.com – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadis PKO) Kabupaten Sumba Barat, Lobu Ori melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SMP Negeri 3 Loli, di desa Wee Dabo, kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/1/2023) pagi tadi.
Kadis Lobu Ori tiba di SMP Negeri 3 Loli pada pukul 07.40 Wita.
Dari video yang di-posting oleh akun Facebook ‘Lobu Ori’ milik Kadis PKO Kabupaten Sumba Barat itu, terlihat Kadis Lobu Ori sedang keliling dan pantau kondisi ruang guru dan sekitarnya. Tampak dalam video yang berdurasi 8 menit 19 detik itu, Kadis Lobu Ori sedang marah karena menemukan masih banyak guru yang datang terlambat.
Dalam video itu, tampak guru yang baru hadir, yakni Kepala Sekolah dan 7 guru lainnya sehingga Kadis Lobu Ori memuncak amarah. Di sekolah itu ada 16 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), sementara yang hadir baru 3 orang guru PNS pada pukul 07.30 Wita.
Mantan Sekdis Kesbangpol Kabupaten Sumba Barat itu langsung memerintahkan kepala Sekolah untuk mengumpulkan peserta didik di halaman sekolah.
“Bagaiman bisa mau mendisiplinkan siswa kalau gurunya tidak disiplin.”, ucap Lobu Ori dikutip dalam video yang berdurasi 8 menit 19 detik itu.
“Bagaimana bisa meningkatkan mutu pendidikan kalau guru masuk sekolah tidak disiplin waktu. Kalau mendisiplinkan anak, guru harus menjadi teladan disiplin waktu,” katanya lagi.
Bahkan Kadis PKO memerintahkan Kepala Sekolah agar besok hari Jumat pagi, jam 7.30 untuk membawa daftar hadir di kantor dinas PKO agar mengetahui guru-guru yang terlambat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat itu, kepada media ini membenarkan dirinya melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SMP Negeri 3 Loli, Kecamatan Loli, pada Kamis (26/1/2023) pagi, pukul 07.40 Wita.
“Ia benar saya melakukan Sidak di SMP N 3 Loli di Wee Dabo, tadi pagi Kamis 26 Jan 2023 pukul 07 40 wita,” kata Lobu Ori saat dihubungi media ini via WhatsApp, Kamis (26/1/2023) siang.
Ia mengaku bahwa beberapa kali mendapat informasi terkait guru yang mengajar di sekolah tersebut tidak disiplin waktu, anak-anak sekolah pun masih berkeliaran di jalan raya menuju sekolah meskipun sudah jam 07.30, sehingga hari ini dilakukan sidak.
“Beberapa kali saya dapat informasi terkait ketidakdisiplinan guru di sekolah itu, sehingga hari ini saya melakukan Sidak. Terbukti bahwa baru kepala sekolah dan beberapa guru yang hadir, sementara jam efektif sekolah sudah menuju pukul 07.40 Wita,” ungkapnya.
Kadis Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga itu juga memerintahkan Kepala Sekolah agar guru-guru menyiapkan perangkat pembelajaran. Ia berjanji dalam waktu dekat akan datangi sekolah tersebut untuk masuk di kelas-kelas menyaksikan para guru saat mengajar kepada peserta didik di kelas.
Terlambat merupakan hal yang tidak baik, apalagi menjadi suatu kebiasaan yang kerap kali dilakukan. Dalam lembaga pendidikan, fenomena terlambat datang memiliki kisah unik sekaligus ironis. Bagi sebagian orang khususnya siswa terlambat datang ke sekolah merupakan pengalaman yang tidak enak.
Sebab, terkadang walaupun siswa memiliki alasan yang jelas mengapa datang terlambat, tetap saja kena sanksi dari guru piket atau petugas disiplin sekolah. Berbeda halnya dengan guru, terkadang guru mendapatkan perlakuan yang berbeda.
Jika yang terlambat guru, maka siswa seringkali harus memaklumi serta menerima keterlambatan guru tersebut, apalagi jika guru tersebut tergolong orang yang berpengaruh di sekolah tersebut atau guru tersebut orang yang dianggap penting di sekolah tersebut, maka seringkali tidak ada sanksi bagi guru tersebut apabila terlambat datang ke sekolah.
Guru merupakan seorang pendidik yang seharusnya menularkan karakter yang baik kepada siswanya, sebab tugas guru pada dasarnya bukan hanya sekedar mentransfer pengetahuan (transfer of knowlage) tapi juga mentransfer nilai atau karakter yang baik (transfer of value).
Ketika guru ingin menanamkan sikap disiplin kepada siswanya, maka sebaiknya guru terlebih dahulu mendisiplinkan dirinya, artinya jika guru tidak senang melihat siswanya datang terlambat ke sekolah maka guru harus terlebih dahulu harus dapat datang ke sekolah dengan tepat waktu.
Bagaimanapun guru merupakan sosok teladan bagi siswanya, apa yang dilakukan oleh guru lambat laun akan ditiru serta diikuti oleh siswanya.
Fenomena yang terjadi, apabila guru datang terlambat sudah dapat dipastikan selain proses belajar mengajar menjadi kacau, situasi kelas menjadi tidak tertib, yang dibanjiri dengan suara keributan siswa.
Alhasil ketika guru akhirnya datang, dan mendapati kelasnya kacau, tidak jarang guru justru memarahi siswanya. Jika kita introspeksi diri sebenarnya siapa yang salah dalam hal ini, guru ataukah siswa. Tentunya penyebab utama kekacauan kelas terjadi akibat guru tidak tepat waktu datang ke sekolah.
Karena itu, semestinya guru merasa malu jika terlambat datang ke sekolah ketika jam mengajar, sebab guru merupakan orang yang akan digugu dan ditiru oleh siswanya. Bagaimana mungkin siswa mau mencontoh dan meneladani gurunya jika gurunya sendiri tidak menunjukkan sikap disiplin yang baik.
Penulis : AG

